“Gereja yang Bertumbuh dalam Pelayanan”

Ibadah Minggu (7/7) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan bacaan Galatia 6: 1-16 menjadi dasar pemberitaan Firman Tuhan. Di awal kotbahnya, Pendeta Fritz menganalogikan kehidupan dengan permainan sepak bola. Dalam sebuah pertandingan, ada seorang pemain yang sungguh-sungguh menggiring bola akan tetapi menjelang gawang lawan, sengaja menjatuhkan diri berpura-pura kesakitan, atau dalam istilah lain diving, dan hal ini membuat penonton bersorak kecewa. Sedangkan seorang pemain lain yang berjuang sungguh-sungguh supaya tidak jatuh dalam menggiring bola, akhirnya tak kuasa menahan permainannya sehingga ia terjatuh, akan tetapi dengan bersegera ia bangun dan berjuang lain merebut bola dari lawan, dan penonton memberikan applause baginya. Melalui analogi ini, Pendeta Fritz menyatakan bahwa pengalaman dalam hidup kita mirip dengan pemain sepak bola, kadang kita jatuh dalam perjuangan hidup kita, kemudian iman menjadi lemah dan kita berbuat kesalahan.
Pada hari minggu, 2 Juni 2013 di GKJ Manahan Surakarta pada jam kebaktian 8.30 diadakan kebaktian mingguan sekaligus peneguhan Badan Pembantu Majelis.
Jemaat Blok VII dan Blok XI GKJ Manahan Surakarta beserta beberapa gereja lain hari ini, Minggu (12/05) turut memeriahkan Riyaya Undhuh-Undhuh GKJW Jemaat Mojowarno.
Akhirnya setelah menghadapi pergumulan yang tak kunjung usai, pengurus Komisi Pemuda GKJ Manahan mengambil keputusan untuk mengadakan Kumpul Bareng Pemuda di Gedung Serba Guna GKJ Manahan untuk yang pertama kalinya.
Majelis GKJ Manahan hari ini (17/4) menyelenggarakan acara lepas sambut majelis lama dan majelis baru untuk masa bakti tahun 2013 - 2016. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 90 majelis ini diawali dengan menyanyikan pujian bersama dipimpin oleh Ibu Widyarti Riani Hutapea. Doa pembukaan dan perenungan Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA. Dalam renungan yang disampaikannya, pendeta Ratih menyatakan bahwa dalam gereja presbytrial seperti GKJ Manahan ini, kepemimpinan tidak bergantung pada salah satu orang saja, tetapi pada majelis-majelis. Setiap majelis adalah para pemimpin, orang yang berpengaruh dalam gereja. Setiap orang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang-orang sekitar kita.
Kepemimpinan, yang disampaikan pendeta Ratih adalah sebuah tindakan untuk mempengaruhi –memotivasi dan mendorong- orang lain agar mereka memiliki entusiasme untuk mengambil bagian dalam semua usaha guna mencapai tujuan bersama (dbk. Patrick J Brennan 1990: 77 dan Paul Hersey 1985:16). Sebagai pemimpin kita diharapkan mempengaruhi orang-orang mencapai tujuan bersama, yaitu keselamatan yang kekal.
Ibadah Minggu (14/3) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Kisah Para Rasul 9: 1-9 mengenai kisah pertobatan Saulus. Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa dalam kehidupan beragama, sebagai seorang pribadi tentunya ada yang kita harapkan dari sebuah lembaga keagamaan. Dalam situasi tidak menentu seperti sekarang ini, tentunya ada rasa prihatin yang sangat besar, sehingga muncul harapan lembaga-lembaga agama -salah satunya Gereja- bisa memberikan jawaban yang tidak bisa diberikan oleh partai-partai politik. Bukankah kita rindu orang-orang beragama bisa memberikan pencerahan saat kita sedang ada dalam kegelapan, dalam situasi masyarakat yang kurang baik saat ini. Faktanya kadang jauh dari yang kita harapkan. Lembaga-lembaga agama yang diharapkan bisa menjadi organisasi yang memperjuangkan kasih dan keadilan justru menjadi pejuang ketidakadilan.
Demikian pula dengan Saulus. Dia adalah orang Farisi. Generasi muda dari kelompok Farisi yang memiliki prestasi luar biasa, orang-orang yang sedemikian mencintai agamanya. Saulus yang sangat mengerti ajaran agama malahan mengejar-ngejar orang lain untuk membunuh pengikut Kristus. Organisasi agama waktu itu bersekongkol melakukan kejahatan-kejahatan. Ada orang-orang yang melakukan kejahatan atas nama agama dan merasa berhak melakukan itu sebagai tindakan yang benar. Mereka melakukan itu berdasarkan kebenaran versi mereka sendiri. Yang patut kita syukuri, bahwa orang yang sedemikian jahat dengan pembenaran-pembenaran versinya sendiri, kini telah disadarkan oleh Tuhan Yesus sendiri yang telah bangkit dari antara orang mati.
Berbagai Kebaktian dalam Pekan Suci Paskah adalah sebagai berikut:
Hari ini (24/2) kita semua telah memasuki peringatan minggu Pra-Paskah ke-dua. Dalam ibadah di GKJ Manahan Surakarta jam 08.30 dilayani oleh Pdt.