“Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih SetiaNya”
“Syukur identik dengan memuji Tuhan, praise, tehilim adalah hal yang sangat fundamental dalam pemahaman theologis dalam seluruh kitab Mazmur. Mazmur sesungguhnya berbicara tentang perjalanan iman dari orang-orang percaya.” kata Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dalam sesi ketiga Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa, minggu lalu (20/11) di River Hill, Tawangmangu.
Bagaimana pemazmur bersyukur? Pemahaman secara umum, syukur lebih berupa uangkapan bahasa verbal yang diungkapkan secara bagus, sehingga kalau ada orang yang mengungkapkan dalam ratapan atau mengeluh (complaint) dipandang tidak bersyukur.



